Merupakan air terjun yang dikelilingi
setengah lingkaran berupa tebing bebatuan yang indah seakan membentuk relief
eksotis dengan ditumbuhi pula berbagai tumbuhan besar di tebian tebingnya.
Beberapa bebatuan alam besar yang berada di ujung bawah air terjun dapat
dimanfaatkan pengunjung yang datang untuk bersantai diatasnya sembari
membiarkan sapuan air dari percikan air terjun yang jatuh membasahi tubuh.
Bukan hanya itu, keindahan alam sekitar yang dapat
menjadi media rileksasi yang tepat untuk menghilangkan kepenatan yang dirasakan
oleh tubuh. Pemandangan luas dataran di bawah juga dapat dilihat oleh
pengunjung yang berjalan menuju lokasi air terjun berada. Sangat menantang dan
indah sekali perjalanan menuju lokasi Curug Trocoh/Curug Surodipo.
Curug
ini memiliki ciri khas tersendiri, di mana memiliki terjunan yang bertingkat
hingga 5 tingkat yang memiliki jarak 20 meter dari masing-masing tangga
tersebut. Sedangkan ketinggian dari air terjun atau curug ini hingga mencapai
120 meter. Pasalnya, air terjun ini mempunyai aliran air yang selalu mengalir
bahkan kabarnya belum pernah mengalami kekeringan.
Adapun
lokasi di sekitar air terjun ini diselimuti dengan tebing berupa bebatuan indah
dengan bentuk relief yang sangat menakjubkan. Selain itu, di area air terjun
sendiri banyak ditumbuhi pepohonan besar. Sementara, bagi pengunjung sendiri
anda bisa menikmati keindahan alamnya tepat di bagian ujung air terjun bawah.
Karena di sana ada banyak jenis bebatuan alam berukuran besar. Dengan begitu,
Anda bisa menikmati pesona alam beserta butiran air terjun jatuh tepat di tubuh
Anda sembari duduk di atas bebatuan besar tadi. Air Terjun Surodipo / Curug
Trocoh ini memang paling direkomendasikan sebagai wisata alam eksotis di
kabupaten Temanggung.
Curug Trocoh atau Curug Surodipo adalah obyek wisata
air terjun di dataran tinggi Temanggung yang berada di Desa Tawangsari,
Kecamatan Tretep/Wonoboyo, Kabupaten Temanggung. Lokasi ini berada 38 KM arah
timur laut dari pusat kota Temanggung menuju kecamatan Tretep/Wonoboyo. Setelah
sampai di kecamatan Wonoboyo akan dilanjutkan menuju desa Tawangsari sekitar 7
KM. Namun jangan khawatir jalan menuju Desa Tawangsari sekarang sudah tidak berbatu lagi, sejak Pemerintah membangun jalan tersebut layaknya jalan dikota-kota pada umumnya, hanya saja masih kurang lebar, sehingga pengguna jalan dengan mobil harus berhati-hati ketika berpas-pasan dengan mobil berlawanan arah. Dan harus dipersiapkan kendaraan yang sehat karena jalan menuju tempat tersebut akan ditemui beberapa tanjakan. Setelah sampai di desa Tawangsari akan
dilanjutkan menuju ke lokasi air terjun dengan menelusuri jalan setapak sejauh
3 KM. Tidak seperti sebelumnya dimana pengunjung yang ingin mencapai Curug Surodipo harus menitipkan kendaraannya dirumah penduduk setempat, dan harus mencapainya dengan jalan kaki. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan lingkungan, telah dibuatkan tempat parkir yang lebih dekat dengan lokasi, pengunjung yang membawa kendaraan roda dua apalagi, mereka bisa mencapai tempat tersebut dengan menaikinya. Kabarnya sedang dilakukan pengembangan untuk tempat ini.
Jarak tempuh
yang tidak terlalu jauh dari ibukota kecamatan Wonoboyo sangat menungkinkan
untuk pengembangan obyek wisata ini, tinggal mempermudah akses seperti
pembangunan dan pelebaran jalan ke lokasi, penyediaan sarana dan prasarana
pendukung wisata seperti, areal parkir, kios souvenir, tempat ibadah, sarana
sanitasi, penerangan jalan dan sebagainya, tinggal bagaimana Pemkab. Temanggung
menyediakan dana atau menggandeng investor mau meraih peluang emas ini.
Curug surodipo merupakan curug yang
mempunyai potensi tinggi untuk di jadikan bisnis masyarakat sekitar Curug ini merupakan curug yang indah dan harus di
manfaatkan. Karena kab.temanggung merupakan tempat dimana banyak wisata alam
yg indah yg belum terjamah .
Potensi lain
sebagai wisata rintisan yang dapat dikembangkan di Curug Surodipo ini masih
terbuka lebar, karena ketersediaan sumber daya alam sangat mendukung, sumber
air yang melimpah merupakan aset untuk pengembangan wisata air, seperti kolam
renang dengan papan luncur atau waterboom, kolam arus bagi wisatawan yang gemar
menyusuri arus dengan prahu kayak, pancuran ketinggian untuk terapi tubuh dari
pegal-pegal setelah lelah beraktivitas di tempat wisata, atau wahana outbound
dan panjat tebing bagi wisatawan yang akan memacu andrenalin.
Berdasarkan
sejarahnya, Curug Trocoh (Surodipo) ini berkaitan dengan rencana dari Pangeran
Diponegoro mengenai perang gerilya saat zaman pemerintahan Belanda.
Ingin tahu lebih detail tentang sejarah curug ini?
Atau anda salah satu investor yang ingin mengembangkan peluang emas ditempat ini?
Pemilik Website ini sangat dekat dengan lokasi, dan mempunyai akses yang sangat dekat dengan penduduk setempat, silahkan hubungi kami.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar