Wisata ini merupakan salah satu destinasi wisata di Temanggung yang semakin hari semakin meningkat peminatnya, banyak wisatawan yang datang ke tempat ini untuk menjawab semua keingintahuan mereka terhadap tempat yang penuh sejarah dan banyak berhubungan dengan ritual diberbagai tempat.
Banyak wisatawan datang ke tempat ini untuk menikmati pemandian di Umbul Jumprit maupun berziarah ke makam ki Jumprit. Tempat ini diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 18 Januari 1987 sebagai wanawisata di Temanggung dan dibuka secara umum.
Sejarah Wisata Jumprit
BANNER 728X90
Pangeran Singonegoro bertapa dan menyebarkan ajaran agama Hindu di sekitar daerah Tegalrejo bersama istrinya. Hingga Pangeran Singonegoro meninggal sang kera putih (Ki Dipo) tetap menjaga makam beserta keturunannya sampai sekarang. Sedangkan kedua pengawalnya Mahesa Aduk dan Endong Ukung turun gunung dan membangun candi Pringapus yang terletak tidak jauh dari makam Singonegoro.
Sedangkan asal usul nama Jumprit berasal dari seorang bernama Ki Jumprit dari Kulon Progo yang memiliki penyakit parah, karena sudah putus asa ia berfikir untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, namun di suatu saat ia mendapatkan wangsit untuk mandi di sendang sekitar makam Pangeran Singonegoro, hingga akhirnya penyakit kulitnya sembuh total dan ia menjadi juru kunci dari tempat tersebut hingga akhir hayat. Untuk menghormati juru kunci tersebut masyarakat menamai tempat tersebut dengan Jumprit.
Umbul Jumprit
Dibalik bangunan tersebut terdapat Umbul Jumprit yang terdapat air yang biasa digunakan untuk mandi para wisatawan, setelah mandi mereka biasa membuang celana dalam mereka sebagai simbol membuang sial sebagai tradisi di masyarakat sekitar yang sudah tumbuh sejak dahulu.
Tempat ini sangatlah ramai apalagi jika pada saat malam 1 suro yang dibarengi acara adat wisata di Sendang Sidukun, yaitu tradisi Suran Traji dengan aneka ritual menebar Jimat Pengantin Lurah Traji.
Fasilitas Wisata Jumprit
Wisata Jumprit pertama kali ramai pengunjung pada tahun 1980an ketika banyaknya wisatawan yang datang untuk bersemedi di Makam Ki Jumprit dekat Umbul Jumprit yang kemudian dilanjutkan dengan mandi di mata air yang konon katanya tak pernah kering.- Tempat ziarah Ki Jumprit dekat dengan Umbul Jumprit biasa untuk bersemedi dan menikmati pemandangan indah di wisata Jumprit.
- Pemandian Mata Air dekat Umbul Jumprit yang biasa digunakan untuk pemandian mata air murni.
- Pemandangan memukau pegunungan dari atas tempat wisata dan banyaknya kera yang konon katanya keturunan dari Kera Putih Ki Dipo
- Wisma Perhutani yang biasa digunakan untuk perkemahan dengan keadaan hutan yang masih murni dan dilindungi oleh pemerintah setempat.
- Arena track ATV menelusuri wisma perhutani
- Hotel juga tersedia di dekat wisata Jumprit
- WC, Toilet dan Mushola

Harga Tiket Masuk
Untuk kalian yang ingin datang ke wisata ini sungguh terjangkau, untuk hari-hari biasa tiket masuk ke Jumprit Temanggung hanya Rp. 5000.Lokasi dan Arah Ke Jumprit
Untuk menuju ke kawasan Wisata Jumprit bisa melalui Kabupaten Temanggung kemudian ke arah Kecamatan Ngadirejo, setelah sampai di pertigaan Ngadirejo belok kiri menuju arah Dieng, sekitar 3 Km dari kecamatan ngadirejo.Jika Kalian datang dari Kota Wonosobo bisa melalui jalan Wonosobo Dieng kemudian setelah pasar Garung masuk ke Kanan Arah Ngadirejo melalui Tambi kemudian akan sampai ke Jumprit.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar